Gary Neville lebih memilih menjadi pandit dari pada melatih

Oleh : Admin Betking | Pada August 16th, 2019

Gary Neville lebih memilih menjadi pandit dari pada melatih

Betking88org – Gary Neville pernah sekali jadi pelatih dan berujung mimpi buruk. Maka Neville sadar diri kalau jadi pelatih bukan jalan hidupnya. Neville memang besar sebagai pemain Manchester United. Dia adalah bek kanan terbaik yang pernah dimiliki Setan Merah dengan sederet gelar dan mencatat lebih dari 400 penampilan bersama klub itu.

Dengan reputasinya tersebut, banyak yang berharap Neville bisa sukses sebagai pelatih. Apalagi pelatih yang dulunya berposisi sebagai pemain belakang atau gelandang biasanya punya kecerdasan tinggi dalam meracik taktik. akan tetapi tidak dengan Neville. Setelah menempuh jalur sebagai asisten pelatih Timnas Inggris dari 2012 hingga 2016, Neville mencoba peruntungan sebagai pelatih Valencia pada Desember 2015.

Keputusan ini terbilang berani mengingat Neville saat itu belum punya pengalaman jadi pelatih kepala dan dia buta bahasa Spanyol. Benar saja karena Neville tak tuntas melatih El Che sebelum dipecat pada Maret 2016. Rekor melatihnya adalah 10 kemenangan, tujuh seri, dan 11 kekalahan dari 28 pertandingan. Bahkan Neville harus menunggu lama untuk mencatatkan kemenangan perdananya bersama Valencia.

Setelah itu, Neville tak pernah bersinggungan lagi dengan pekerjaan pelatih dan kembali jadi pandit di Sky Sports, serta mengurus klubnya Salford City yang dimiliki bersama bareng rekan-rekannya di Class of 92′. Menurut Neville, menjadi pelatih memang bukan pekerjaan yang tepat untuknya. Oleh karenanya, Nevilla mengaku kapok dan tak mau lagi terjun ke profesi tersebut.

Tidak pernah terpikirkan oleh saya, setelah bangun lalu langsung berada di lapangan latihan. Saya sempat terjun sekali ke dunia kepelatihan di Valencia dan mungkin itu salah satu pembelajaran terbaik yang pernah saya dapat. Ya itu semacam sentilan buat saya, terkadang Anda butuh seperti itu,” sambungnya,

“Saya lebih senang berada di manajemen atau melakukan hal-hal berbau bisnis. Itulah sisi sepakbola yang saya cintai. Saya suka menonton pertandingan tapi saya tidak ingin berada di lapangan latihan. Saya sudah pernah melakukan itu dan tak mau lagi mencobanya.”

Tags: