Komentator TV Italia Di pecat karena menghina pemain

Oleh : Admin Betking | Pada September 19th, 2019

Komentator TV Italia Di pecat karena menghina pemain

Betking88org – Salah satu pundit dalam sebuah televisi di Italia, yakni Luciano Passirani harus menerima sanksi pemecatan. Hal ini sendiri terjadi setelah dirinya membahas pelecehan rasisme yang saat itu dialami oleh penyerang andalan Inter Milan, yakni Romelu Lukaku.

Sanksi pemecatan yang harus diterima oleh Luciano Passirani yang diketahui merupakan jurnalis sepakbola Italia. Dirinya juga selalu tampil dalam acara Qui Studio a Voi Stadio (QSVS) yang disiarkan oleh kanal televisi Telelombardia.

Program acara ini merupakan sebuah acara debat yang membahas seputar sepakbola, terutama kompetisi Serie A. Dalam acara tersebut, Passirani membahas kontribusi Lukaku dalam hasil positif yang diraih Inter sejauh ini. Awalnya, ia memuji Lukaku.

“Saya kira Romelu Lukaku merupakan salah pembelian terbaik yang dilakukan Inter Milan, saya tak pernah melihat pemain bagus sepertinya di tim lain. Sungguh saya menyukainya, gaya permainan nya sungguh mirip seperti Zapata di Atalanta,” ujar Passarini, seperti dikutip Guardian.

Namun pujian yang dilakukan komentator berusia 80 tahun ini, ada sedikit penghinaan. Selain itu pun, dirinya kedapatan menggunakan kata-kata atau istilah yang berbau rasisme.

“Mereka berdua memiliki sesuatu yang tak dimiliki pemain lain, mereka mencetak sejumlah gol dan membawa timnya maju. Dia akan mengalahkanmu dalam duel satu lawan satu. Jika kalian menantangnya, kalian akan kalah. Kecuali kamu memberikan 10 pisang kepadanya, atau…,” kata Passarini.

Terkait ucapan penghinaan dan tindakan rasisme, pihak dari direktur program acara tersebut yakni Fabio Ravezzani telah meminta maaf. Namun karena komentar nya Passarini yang viral, maka pihak acara tv tidak akan menggunakan jasanya lagi atau dipecat.

Sementara kejadian ini pun, makin memperpanjang terkait rasisme yang sering terjadi di Italia. Diketahui banyak pesepakbola yang menjadi korban rasisme, terutama bagi pemain sepakbola yang berkulit hitam.