Mafia Sepakbola Indonesia

Oleh : Admin Betking | Pada January 23rd, 2018

Mafia Sepakbola Indonesia

Betking88 – Mafia Sepakbola Indonesia. Sepakbola merupakan suatu olahraga yang sangat populer di seluruh dunia. Dengan banyaknya penonton, tingkat perjudian yang melibatkan hasil pertandingan juga sangat besar. Perjudian bola sudah merupakan hal yang sangat lazim di Indonesia maupun di belahan negara yang lain. Dengan semakin besarnya suatu pertandingan, nilai nominal yang dipertaruhkan juga semakin besar. Dengan begitu, tentunya jika bisa mengendalikan sebuah hasil pertandingan, keuntungan yang bisa didapatkan juga bisa menjadi sangat lah besar. Hal ini yang membuat kemunculan mafia-mafia sepakbola di Indonesia maupun di negara lain.

Untuk di Indonesia, campur tangan mafia dalam dunia sepakbola Indonesia juga sebenarnya sudah berlangsung lama. Contoh kasus kontroversi mafia bola yang sempat membuat heboh tanah air adalah:

  • Mafia Wasit yang besar di Liga Indonesia 1998
  • Gol Bunuh diri Mursyid Effendi di Piala AFF tahun 1998
  • Surat Kaleng Piala AFF tahun 2010

Kasus “Pengaturan Hasil” atau yang dikenal dengan Match Fixing yang terakhir sempat dihebohkan setelah kemunculan kasus Bambang Suryo yang membeberkan rekaman antara seorang Bandar judi dan pengatur skor bola yang telah dijalankan secara terstruktur dan sistematis di tingkat Internasional. Bambang Suryo sendiri adalah seorang Mantan Bandar Judi Bola. Dia akhirnya melaporkan kasus “Pengaturan Hasil” Pertandingan kancah Internasional antara U-23 Indonesia melawan Thailand pada tahun 2015 sebelumnya. Bambang mengungkapkan bahwa mantan direktur utama Badan Liga Indonesia yaitu Andi Darusallam Tabusalla itu sendiri terlibat dalam kasus yang merusak bangsa ini. Tapi terang saja tuduhan itu dibantah begitu saja oleh Andi. Menurut Bambang, Mafia sepakbola di Indonesia bisa tumbuh subur dan Berjaya karena bantuan dari Andi yang selalu membacking “Aktivitas” mereka. Setelah diusut ke polisi, dari pihak pemerintah yaitu PSSI juga terlihat tidak begitu merespon dan lambat dalam mengusut kasus ini. Ini menimbulkan spekulasi ketidakseriusan pemerintah dalam mengurus hal ini. Sebenarnya ini bukan hal yang aneh di Indonesia karena mau tidak mau memang kita harus mengakui bahwa “Uang memang Berkuasa” di Indonesia.